Dalam semangat kebersamaan dan silaturahmi pasca-Idul Fitri 1446 H, SMA Warga Surakarta menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang diikuti oleh seluruh elemen pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Warga.
Halal bihal pertama, yang dilangsungkan 8 April 2025, di Taman Indah Resto & Hall diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan SMA Warga Surakarta. Hikmah halal bihalal dipaparkan oleh Ust. H. Syaeful Hadi, S.Ag. memberi penekanan tentang pentingnya sikap ikhlas dalam memaafkan orang yang bersalah. Pada akhir tausyiah ditekankan pula bahwa doa yang tidak dijawab Allah Swt. adalah doa anak durhaka, doa suami – istri yang tidak akur, dan doa orang yang tidak mau memaafkan orang yang bersalah.
Bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah, pascalibur Idul Fitri, hala bihalal kedua yang diikuti oleh pendidik dan tenaga pendidikan beserta peserta didik diselenggarakan di halaman sekolah. Pada acara halal bihalal yang digelar pagi hari ini tausyiah disampaikan oleh Muhammad Nasyir, M.Si., M.Pd. Pokok tausyiah berkaitan dengan Empat Syarat Sukses (cinta, ikhlas, sabar, dan kreatif).
Halal bihalal ketiga diselenggarakan di aula SMP-SMA Warga Surakarta, diikuti pendidik dan tenaga kependidikan SMP Warga Surakarta, pendidik dan tenaga kependidikan SMA Warga Surakarta, dan Yayasan Pendidikan Warga (Executive Director dan staf kantor yayasan).
Acara yang berlangsung pada tanggal 9 April 2025 ini diawali dengan doa, sambutan Executive Director Yayasan Warga, ikrar perwakilan guru yunior-senior, dan pemaparan hikmah halal bihalal.
Dalam sambutannya, Executive Director Yayasan Pendidikan Warga menyampaikan bahwa permohonan maaf tidak hanya dilakukan pada momen seperti halal bihalal, tetapi setiap saat ketika ada kesalahan harus segera minta maaf mengingat relasi dan interaksi sehari-hari tidak bisa lepas “gesekan”. Lebih daripada itu, ditekankan pula oleh Executive Director bahwa dinamika dan pengembangan sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Warga membutuhkan dukungan dan hubungan baik semua elemen sekolah.
Kegiatan juga diisi dengan tausiyah singkat oleh Bapak Bayu Rahmanto, S.Pd. yang mengangkat nilai pentingnya saling memaafkan dan menjaga silaturahmi, terutama dalam lingkungan pendidikan. Hal menarik lain, tausyiah mengangkat bahasan filosofi “ketupat” (ngaku lepat, Jw. – mengakui kesalahan; laku papat, Jw. – empat sikap hidup: lebar/usai, luber/melimpah, lebur/melebur, dan labur/mengecat).
Salah satu momen yang paling berkesan adalah sesi salam-salaman dan saling memaafkan. Suasana penuh kehangatan dan haru mewarnai jalannya kegiatan, menggambarkan kuatnya rasa kekeluargaan di lingkungan Yayasan Pendidikan Warga.
Dengan diselenggarakannya halal bihalal ini, diharapkan seluruh elemen di lingkungan Yayasan Pendidikan Warga semakin solid, harmonis, dan siap menghadapi tantangan pendidikan dengan semangat baru serta hati yang bersih.
Selamat Idul Fitri 1446 H, Minal Aidin wal Faizin.
Mohon maaf lahir dan batin.