Solo, 31 Oktober–2 November 2025 — Suasana semarak memenuhi atrium Solo Paragon Mall selama tiga hari pelaksanaan WARGA FEST 2025, sebuah perayaan besar dalam rangka memperingati HUT ke-121 Yayasan Pendidikan Warga. Rangkaian acara yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu itu menjadi ajang unjuk prestasi, kreativitas, dan sinergi antarunit sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Warga Surakarta — mulai dari Montessori Preschool, SD, SMP, SMA, hingga SMK.
Hari Pertama: Kreativitas dan Talenta Musik Anak Warga
Sejak pukul 10.00 WIB, Jumat (31/10), gerbang Solo Paragon Mall dibuka untuk menyambut pengunjung yang antusias. Kegiatan dibuka dengan program “Cooking Burger with Burger King” bersama anak-anak Warga Montessori Preschool yang memperlihatkan keceriaan dan kemandirian dalam praktik kuliner sederhana.
Siang harinya, giliran siswa SMA Warga menampilkan performa musik yang energik, disusul dengan Warga Singing Competition yang berlangsung meriah hingga malam hari. Lomba menyanyi ini diikuti oleh berbagai kategori, menampilkan talenta vokal dari jenjang TK hingga SMA. Panggung utama pun berubah menjadi arena ekspresi seni dan semangat juang para peserta muda.
Hari Kedua: Gaya Hidup, Fashion, dan Talk Show Inspiratif
Sabtu (1/11) menjadi hari dengan ragam kegiatan paling padat. Sejak pagi, pengunjung bisa mengunjungi booth SPMB dan PMB Warga untuk mendapatkan informasi seputar penerimaan siswa baru.
Tepat pukul 13.00 WIB, Warga Fashion Show Competition menarik perhatian pengunjung dengan parade busana penuh warna dari siswa berbagai jenjang. Kreativitas dan kepercayaan diri mereka menjadi daya tarik utama, membuktikan bahwa pendidikan di Warga tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan ekspresi diri.
Sore harinya, Warga Montessori Preschool menggelar seminar “Practical Real-Life Skill – Early Years”, menyoroti pentingnya keterampilan hidup praktis pada anak usia dini.
Namun, puncak perhatian publik terjadi pada talkshow bertema “FOMO Lifestyle: Antara Gaya Hidup dan Jati Diri” yang menghadirkan dua narasumber istimewa: Ibu Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Surakarta, dan GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Pengageng Kawedanan Panti Budaya di Puro Mangkunegaran) yang akrab disapa Gusti Sura Sura.
Dalam suasana santai namun penuh makna, keduanya membahas fenomena “FOMO” (Fear of Missing Out) di kalangan muda dan bagaimana anak muda dapat menavigasi tekanan sosial media tanpa kehilangan jati diri. Talkshow ini mendapat sambutan hangat dari ratusan peserta muda yang memenuhi area atrium. Malam ditutup dengan penampilan spesial dari New Light Music, menghadirkan nuansa urban yang segar.
Hari Ketiga: Kolaborasi dan Puncak Prestasi
Minggu (2/11) menjadi hari puncak WARGA FEST 2025 dengan semangat kompetisi akademik dan kolaborasi seni. Dimulai dari penampilan siswa SMP dan SMA Warga, acara dilanjutkan dengan Grand Final Warga Science, English, dan Math Competition yang mempertemukan finalis terbaik dari berbagai unit sekolah.
Malam harinya, sorotan utama tertuju pada pertunjukan spektakuler “Nirmala Nusantara” — kolaborasi seni dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK yang memadukan musik, tari, dan visualisasi budaya Indonesia. Penonton diajak dalam perjalanan lintas nusantara yang memukau dan sarat makna kebangsaan.
Acara ditutup dengan Awarding Night Warga School Fest, di mana para pemenang lomba seni dan akademik menerima penghargaan atas prestasi dan dedikasi mereka.
Warisan 121 Tahun: Pendidikan yang Hidup dan Berkembang
Melalui WARGA FEST 2025, Yayasan Pendidikan Warga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan yang holistik — mengasah kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial siswa.
Perayaan ke-121 ini bukan sekadar nostalgia, tetapi pernyataan bahwa semangat “Warga untuk Bangsa” terus hidup di setiap generasi.
“Kami ingin WARGA FEST menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik kami — bukan hanya untuk berkompetisi, tapi juga untuk berkolaborasi dan berekspresi,” ujar salah satu panitia penyelenggara di sela acara penutupan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, WARGA FEST 2025 menjadi bukti bahwa pendidikan dapat hadir dalam wujud yang menyenangkan, kreatif, dan penuh inspirasi.