Yayasan Pendidikan Warga (YPW) menandai perjalanan panjangnya selama 121 tahun dengan menggelar peringatan bertema “121 Tahun Yayasan Pendidikan Warga Mengabdi; Guru Hebat, Indonesia Kuat” pada 1 Desember 2025 di GOR Warga, Surakarta. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Guru Nasional, sehingga nuansa penghormatan terhadap guru terasa kuat sepanjang acara.
Pembukaan: Apresiasi bagi Para Pengabdi Pendidikan
Acara dibuka dengan Welcoming Greeting dari Executive Director YPW, yang menyampaikan penghargaan mendalam kepada Pembina, Pengurus, serta seluruh guru Sekolah Warga. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir YPW terus berbenah pada aspek manajemen, pengembangan SDM, modernisasi fasilitas, serta peningkatan kualitas pembelajaran. Upaya tersebut membuahkan hasil yang nyata – jumlah keluarga yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya ke Sekolah Warga terus meningkat.
Sambutan Ketua Umum Yayasan: Mengingat Sejarah, Menguatkan Pengabdian
Ketua Umum YPW, Bapak Sulistiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang dengan penuh dedikasi telah menjaga keberlanjutan lembaga hingga memasuki usia 121 tahun. Ia juga berterima kasih kepada para orang tua yang terus mendukung program-program pendidikan di lingkungan Sekolah Warga.
Dalam sambutannya, beliau kembali menegaskan akar historis YPW yang tidak terlepas dari THHK (Tiong Hwa Hwe Kwan), organisasi sosial-pendidikan Tionghoa yang berkembang di Hindia Belanda awal abad ke-20.
Beliau menguraikan kembali garis sejarah YPW:
- THHK mendirikan sekolah-sekolah modern dengan penekanan pada pendidikan moral dan budaya.
- Di Surakarta, cabang THHK aktif mengembangkan pendidikan bagi masyarakat Tionghoa pada awal 1900-an.
- Pasca-dinamika sosial dan perubahan kebijakan kolonial, sekolah-sekolah THHK berkembang menjadi lembaga pendidikan dengan orientasi kebangsaan, hingga dikenal sebagai “Sekolah Warga.”
- Tanggal 30 November 1904 dicatat sebagai tahun berdirinya sekolah cikal bakal YPW.
- Setelah kemerdekaan, Sekolah Warga ditata ulang menjadi Yayasan Pendidikan Warga, lembaga pendidikan yang non-afiliasi agama, terbuka bagi semua golongan, serta menjunjung nilai disiplin, kebhinekaan, dan etos kerja.
Dengan napas sejarah yang panjang itulah YPW berkembang menjadi lembaga yang kini menaungi KB/TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi (STT Warga).
Prosesi Penyerahan Estafet Kepemimpinan
Momen penting dalam acara ini adalah penyerahan estafet kepengurusan dari Ketua Umum sebelumnya, Bapak Sulistiono, kepada Ir. Agus Nugroho, M.B.A., yang kini resmi menjabat sebagai Ketua Umum YPW.
Dalam sambutannya, Ir. Agus menyampaikan tekad untuk:
- meningkatkan kualitas guru dan dosen,
- memperkuat budaya profesionalisme,
- dan memastikan YPW tetap menjadi lembaga pendidikan terpercaya di Surakarta.
“Guru dan dosen adalah fondasi kemajuan YPW. Hormat kami untuk seluruh insan pendidikan yang telah mengabdikan dirinya bagi generasi bangsa,” tegasnya.
Apresiasi Guru, Dosen, dan Peserta Didik Berprestasi
Sebagai bagian dari perayaan Hari Guru Nasional, YPW memberikan penghargaan kepada guru dan dosen yang berprestasi maupun berdedikasi tinggi dalam pelayanan pendidikan. Penghargaan juga diberikan kepada peserta didik yang memperoleh prestasi akademik dan non-akademik, prestasi nasional hingga internasional.
Penutup
Perayaan 121 Tahun YPW bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi perjalanan panjang lembaga pendidikan yang tumbuh dari akar komunitas menjadi yayasan yang kokoh, inklusif, dan modern. Dengan semangat baru di bawah kepemimpinan yang baru pula, YPW meneguhkan komitmennya untuk terus mengabdi melalui pelayanan pendidikan bagi generasi bangsa. DIRGAHAYU YAYASAN PENDIDIKAN WARGA …