SURAKARTA – Semangat toleransi dan kebersamaan mewarnai kegiatan kerohanian yang diselenggarakan oleh SMA Warga Surakarta pada Kamis dan Jumat (12–13/3/2026). Sebagai sekolah nasional yang menaungi murid dari berbagai latar belakang agama, kegiatan ini dilaksanakan dalam dua hari dengan berbagai aktivitas pembinaan rohani sesuai dengan keyakinan masing-masing peserta didik.

Hari Pertama: Ibadah, Lomba, dan Berbagi Takjil

Pada hari pertama, kegiatan dimulai pukul 13.00 hingga 18.30 WIB. Kepala sekolah dalam sambutannya mengapresiasi sinergitas seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para pendidik, tenaga kependidikan, panitia, hingga para murid. Ia menegaskan bahwa kegiatan kerohanian ini menjadi sarana membangun sikap saling menghargai dalam keberagaman.

“Kegiatan kerohanian hari ini menumbuhkan toleransi dan saling menghargai di tengah keberagaman. Demikian halnya dengan buka puasa bersama hari ini tidak hanya bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan murid muslim, karena rekan kita beragama lain juga menjalankan ibadah puasa. Kalaupun tidak berpuasa, kesempatan ini kita gunakan untuk membangun silaturahmi melalui kegiatan makan bersama,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap agama mengangkat tema pembinaan rohani yang berbeda, yaitu:

  • Islam: Transisi Jiwa Menjemput Taqwa

  • Kristen: Metanoia – Berbalik dan Diperbarui

  • Katolik: Menjadi Remaja yang Peduli, Bersemangat, dan Bahagia

  • Buddha: Deep Dive Mazhab

  • Hindu: Membangun Kesadaran Ekologis Melalui Ajaran Tri Hita Karana dan Program Green Dharma

Kegiatan yang dilakukan juga beragam. Murid Muslim melaksanakan ibadah serta mengikuti berbagai lomba bernuansa Ramadan. Sementara itu, murid Kristen mengikuti kegiatan pengakraban melalui sejumlah permainan interaktif yang mempererat kebersamaan.

Murid Hindu melaksanakan ibadah bersama, sedangkan siswa Buddha melaksanakan kegiatan peribadatan di Vihara Dharmasundara dan Vihara Lotus yang berada di sekitar sekolah.

Menjelang waktu berbuka puasa, warga sekolah melaksanakan aksi sosial berbagi takjil kepada masyarakat di beberapa titik sekitar sekolah. Sekitar 400 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Riana, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan sekolah yang sarat nilai pendidikan karakter.

“Rangkaian kegiatan kerohanian berupa ibadah, pembagian takjil, dan buka puasa bersama yang merupakan program tahunan sekolah diharapkan dapat meningkatkan iman dan takwa seluruh komponen sekolah. Secara khusus, kegiatan ini menjadi wahana bagi para murid untuk belajar mengelola kegiatan sekolah sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan buka puasa bersama seluruh warga sekolah, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Hari Kedua: Pendalaman Iman di Berbagai Tempat Ibadah

Pada hari kedua, Jumat (13/3/2026), kegiatan kerohanian dilanjutkan mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB. Pada hari ini para murid mengikuti kegiatan pendalaman iman di berbagai tempat ibadah maupun lokasi yang telah ditentukan sesuai agama masing-masing.

Murid Muslim mengikuti kegiatan kerohanian di Aula SMA Warga dengan mengenakan pakaian muslim dan muslimah serta membawa perlengkapan ibadah. Sementara itu, murid-murid Kristen melaksanakan kegiatan ibadah di Gereja GAIS Gideon Nayu, murid-murid Katolik mengikuti kegiatan rohani di Gua Maria Mojosongo, murid-murid Buddha mengikuti kegiatan kerohanian di lingkungan sekolah, dan murid beragama Hindu melaksanakan ibadah di Pura Indraprasta Mutihan Laweyan.

Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari ini, pihak sekolah berharap para murid tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan masing-masing, tetapi juga makin menghargai perbedaan dan memperkuat harmoni di lingkungan sekolah.

Kegiatan kerohanian di SMA Warga Surakarta pun menjadi salah satu wujud nyata pendidikan karakter yang menekankan nilai iman, toleransi, kepedulian sosial, dan kebersamaan dalam keberagaman.