SURAKARTA – Sejumlah murid SMA Warga Surakarta mengikuti kegiatan Jelajah Virtual dalam rangka memeringati Hari Penerangan Nasional, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Monumen Pers Nasional bekerja sama dengan Museum Penerangan, dengan menghadirkan pemandu yang memaparkan sejarah perkembangan dunia penyiaran dan media penerangan di Indonesia.
Dalam kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut, para peserta diajak menelusuri perjalanan panjang perkembangan media penerangan, mulai dari media cetak pada masa penjajahan hingga perkembangan teknologi penyiaran modern.
Pemandu dari Monumen Pers Nasional menjelaskan bahwa sejak masa kolonial Belanda, surat kabar dan majalah telah menjadi sarana penting dalam menyampaikan gagasan dan informasi kepada masyarakat. Menariknya, pada awal abad ke-20 mulai bermunculan surat kabar dan majalah yang dikelola oleh kaum “pribumi”, yang berperan besar dalam menumbuhkan kesadaran nasional.
Beberapa media cetak yang dikelola oleh tokoh-tokoh pribumi antara lain Medan Prijaji yang dipelopori oleh Tirto Adhi Soerjo. Surat kabar ini dikenal sebagai salah satu media yang berani menyuarakan kepentingan rakyat pribumi serta mengkritik kebijakan pemerintah kolonial. Selain itu, berbagai surat kabar dan majalah lainnya juga mulai bermunculan dan menjadi wadah penyebaran gagasan tentang pendidikan, kebangsaan, serta semangat pergerakan nasional.
Melalui media cetak tersebut, para tokoh pergerakan memanfaatkan surat kabar dan majalah sebagai alat perjuangan intelektual, menyampaikan aspirasi rakyat, serta membangun kesadaran akan pentingnya persatuan bangsa dalam melawan penjajahan.
Selain membahas perkembangan pers cetak, pemandu juga menjelaskan perjalanan media penyiaran radio yang pada masa perjuangan kemerdekaan menjadi sarana penting untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat luas. Radio berperan besar dalam menyampaikan berita perjuangan serta membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia.
Sementara itu, pemandu dari Museum Penerangan memaparkan perkembangan teknologi penyiaran yang terus mengalami perubahan dari masa ke masa, mulai dari media cetak hingga radio analog yang memungkinkan penyebaran informasi berlangsung lebih cepat dan luas.
Melalui kegiatan Jelajah Virtual ini, para murid tidak hanya mendapatkan pengetahuan sejarah, tetapi juga memahami pentingnya peran media penerangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukatif untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai perkembangan dunia komunikasi dan informasi di Indonesia.
Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan murid SMA Warga dapat makin menghargai perjalanan sejarah media di Indonesia serta mampu memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dan bertanggung jawab di era digital.