“Pembelajaran di Luar Kelas, Penjelajahan Tanpa Batas”

SMA Warga Surakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran bermakna melalui program unggulan Warga Global Learning Expedition (WGLE) yang dilaksanakan pada 5–9 Mei 2026 di Bali. Kegiatan ini diikuti oleh 225 murid dengan tujuan memberikan pengalaman belajar autentik yang mengintegrasikan aspek akademik, karakter, budaya, serta keterampilan abad ke-21.

Dalam sambutan pelepasan, Kepala SMA Warga Surakarta menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya terbatas pada ruang kelas, melainkan harus diperluas melalui interaksi langsung dengan lingkungan nyata. Beliau mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap, menjunjung tinggi sopan santun, serta menghargai perbedaan budaya dan adat istiadat yang dijumpai selama kegiatan berlangsung. Pesan tersebut menjadi landasan utama agar para murid mampu menunjukkan jati diri sebagai pelajar yang berkarakter unggul.

Rangkaian kegiatan WGLE dirancang secara sistematis dan terpadu. Pada aspek pembelajaran akademik dan kebangsaan, peserta melakukan kunjungan ke Istana Kepresidenan Tampaksiring. Di tempat ini, murid memperoleh wawasan mengenai sejarah, fungsi, serta nilai strategis istana sebagai simbol negara. Kunjungan ini memperkuat pemahaman peserta didik tentang pentingnya menjaga persatuan, identitas nasional, dan rasa cinta tanah air.

Selanjutnya, pembelajaran berbasis budaya dilaksanakan melalui kunjungan ke Desa Wisata Penglipuran. Desa ini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia dengan tata ruang yang tertata rapi dan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional. Di lokasi ini, murid belajar tentang kearifan lokal, sistem sosial masyarakat adat, serta pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Penguatan literasi kewirausahaan dilakukan melalui kunjungan ke Cocoa Land Bali. Para murid mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses pengolahan kakao menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Selain itu, mereka juga memahami konsep industri kreatif berbasis sumber daya lokal, inovasi produk, serta peluang usaha di era global.

Kegiatan WGLE juga diperkaya dengan pengalaman rekreasi edukatif yang tetap sarat makna. Peserta mengunjungi Pabrik Kata-Kata Joger yang terkenal sebagai pusat kreativitas dalam mengolah kata menjadi produk bernilai seni dan ekonomi. Kunjungan ini menginspirasi murid untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menyampaikan ide.

Di Tanjung Benoa, murid mengikuti aktivitas wisata bahari yang melatih keberanian, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan baru. Sementara itu, kunjungan ke kawasan Puja Mandala memberikan pengalaman nyata tentang toleransi antarumat beragama, di mana berbagai rumah ibadah berdiri berdampingan sebagai simbol kerukunan.

Penguatan apresiasi seni dan budaya dilakukan saat peserta menyaksikan pertunjukan tari Kecak di Garuda Wisnu Kencana. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai budaya, sejarah, serta filosofi yang terkandung dalam seni tradisional Bali.

Keindahan alam Bali turut menjadi media pembelajaran yang inspiratif. Murid menikmati suasana Pantai Kuta yang terkenal dengan panorama matahari terbenamnya, sekaligus belajar tentang potensi pariwisata dan pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pura Ulun Danu Beratan yang menjadi ikon keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas dalam budaya Bali.

Selama pelaksanaan WGLE, seluruh murid juga dilatih untuk mandiri, disiplin, serta bertanggung jawab dalam mengatur waktu, menjaga kebersihan, dan bekerja sama dalam kelompok. Interaksi dengan lingkungan baru mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya serta meningkatkan rasa percaya diri.

Tema “Pembelajaran di Luar Kelas, Penjelajahan Tanpa Batas” benar-benar terwujud melalui setiap rangkaian kegiatan. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengalami proses pembelajaran yang utuh—melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang.

Melalui WGLE 2026, SMA Warga Surakarta kembali membuktikan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki good character dan good competence. Diharapkan, pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi murid untuk menjadi pribadi yang adaptif, berwawasan global, serta mampu memberikan kontribusi positif di mana pun mereka berada.