Menampilkan Bakat, Menyambut Imlek, Merawat Kebhinekaan

SMA Warga Surakarta menggelar Grand Final Pemilihan Putra-Putri Warga (PPW) 2026 dengan penuh kemeriahan dan semangat kebersamaan. Acara puncak yang telah melalui proses panjang selama kurang lebih dua bulan ini menjadi ajang apresiasi terhadap kemampuan, bakat, serta karakter terbaik peserta didik.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Warga menyampaikan bahwa Pemilihan Putra-Putri Warga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi siswa. Selama dua bulan, para finalis telah mengikuti berbagai tahapan seleksi, pembinaan, hingga unjuk bakat yang mengasah kepercayaan diri, kepemimpinan, wawasan, serta kepedulian sosial.

“Putra-Putri Warga adalah representasi profil SMA Warga, yaitu good character dan good competence. Mereka adalah cerminan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat berkarya,” ujar Kepala Sekolah. Ia juga menegaskan bahwa sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap seluruh peserta yang telah menunjukkan potensi terbaiknya.

Grand Final PPW 2026 juga dikemas istimewa dengan nuansa perayaan Tahun Baru Imlek. Pertunjukan barongsai dari Tripusaka turut memeriahkan acara, menghadirkan suasana penuh semangat dan keberagaman budaya. Momentum ini menjadi wujud nyata komitmen SMA Warga dalam merawat kebhinekaan serta menghargai aktivitas multikultural di lingkungan sekolah.

Turut hadir memberikan sambutan, Pengawas Pembina SMA Cabang Dinas VII Jawa Tengah, Abdul Munif, S.Pd., M.Hum. Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa SMA Warga telah dikenal luas, baik di Kota Surakarta maupun di tingkat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. “SMA Warga dikenal dengan good character dan good competence-nya. Ini menjadi identitas sekaligus kekuatan sekolah,” ungkapnya.

Beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh grandfinalis agar menampilkan performa terbaik dan meraih hasil maksimal. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tiga dosa besar pendidikan nasional, yakni kekerasan seksual, perundungan (bullying), serta intoleransi dan radikalisme. Sekolah, menurutnya, harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik untuk tumbuh dan berkembang.

Menutup rangkaian sambutan, ditegaskan kembali komitmen SMA Warga untuk terus “merawat kebhinekaan dan menjaga alam Indonesia.” Nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun generasi muda yang berkarakter kuat, berwawasan luas, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Grand Final Putra-Putri Warga 2026 melahirkan pemenang Putra Warga 2026 (Dwi Hatmoko) dan Putri Warga 2026 (Michelle Sun) bukan hanya tentang penobatan juara, tetapi juga perayaan semangat persatuan, keberagaman, dan kualitas generasi muda SMA Warga yang siap melangkah menuju masa depan gemilang.