SURAKARTA – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, SMA Warga Surakarta menyelenggarakan In-House Training (IHT) bertajuk “Metode Pembelajaran Interaktif: Argumentasi Ilmiah melalui Modeling” pada Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pendidik SMA Warga sebagai bagian dari penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif, kritis, dan berpusat pada siswa.
Acara diawali dengan sambutan Kepala SMA Warga Surakarta yang menegaskan pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran. Ia mengingatkan bahwa karakteristik murid masa kini menuntut guru untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan mendorong kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, guru diharapkan terus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan analisis, diskusi, dan penalaran ilmiah.
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini hadir Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D, dari Department of Biology Education, STEAM Center, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS). Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa argumentasi ilmiah merupakan fondasi penting dalam pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis siswa. Argumentasi ilmiah tidak sekadar menyampaikan pendapat, tetapi merupakan proses menyusun dan mempertahankan kesimpulan berdasarkan data yang valid, bukti yang relevan, serta penalaran yang logis.
Ia juga memperkenalkan kerangka CER (Claim–Evidence–Reasoning) yang dapat digunakan guru untuk melatih siswa menyampaikan argumen ilmiah secara sistematis. Dalam praktiknya, siswa diajak untuk mengemukakan klaim, menyertakan bukti atau data, serta memberikan penalaran yang menghubungkan keduanya secara ilmiah.
Lebih lanjut, Dr. Murni Ramli menyoroti pentingnya pengembangan kemampuan argumentasi ilmiah di Indonesia. Berdasarkan berbagai penelitian dan data pendidikan internasional, banyak siswa mampu membuat klaim atau jawaban awal, namun masih mengalami kesulitan dalam memilih bukti yang tepat dan menghubungkannya dengan penalaran ilmiah. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya kemampuan literasi sains siswa.
Untuk mengatasi hal tersebut, narasumber mendorong penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang berpusat pada siswa. Dalam pendekatan ini, proses pembelajaran dimulai dengan pertanyaan besar (driving question) yang menantang dan relevan dengan kehidupan nyata. Siswa kemudian bekerja secara kolaboratif untuk mengeksplorasi ide, melakukan investigasi, mengumpulkan data, hingga menghasilkan produk pembelajaran seperti model, laporan, atau presentasi.
Salah satu strategi yang diperkenalkan adalah penggunaan modeling atau pemodelan untuk membantu siswa memahami sistem atau fenomena yang kompleks. Melalui pemodelan, siswa dapat memvisualisasikan hubungan antar konsep sehingga proses berpikir mereka menjadi lebih terstruktur. Pendekatan ini membantu siswa mengembangkan struktur pengetahuan yang saling terhubung, sehingga mereka tidak hanya menghafal konsep, tetapi mampu menggunakannya untuk menganalisis masalah baru.
Dalam sesi diskusi dan praktik, para guru juga diajak melihat contoh implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan argumentasi ilmiah dengan pemodelan. Guru dapat memfasilitasi siswa untuk mengidentifikasi masalah, mengembangkan hipotesis, mengumpulkan data, serta menyusun argumentasi ilmiah yang didukung oleh model konseptual.
Kegiatan In-House Training ini berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan refleksi dari para peserta. Para guru memperoleh wawasan baru mengenai strategi pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif siswa.
Melalui kegiatan ini, SMA Warga Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik dan kualitas pembelajaran. Dengan guru yang terus belajar dan berinovasi, diharapkan proses pendidikan di SMA Warga semakin mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan akademik dan kehidupan di masa depan.
https://shorturl.fm/iDDSw