Surakarta — Dalam upaya membentuk karakter kepemimpinan peserta didik sejak dini, SMA WARGA menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus OSIS-MPK (Majelis Perwakilan Kelas) dan wakil murid.  Kegiatan ini dilaksanakan di Komando Distrik Militer (Kodim) 0735/Surakarta dan menjadi salah satu program strategis sekolah dalam penguatan pendidikan karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

Kegiatan LDK berlangsung tanggal 7 s.d. 9 Januari 2026 dengan penuh semangat dan kedisiplinan. Sejak pagi hari, para peserta sejumlah 49 orang telah hadir tepat waktu dan mengikuti apel pembukaan dengan tertib. Suasana Kodim yang sarat dengan nilai kedisiplinan dan ketegasan menjadi ruang belajar nyata bagi para siswa untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan secara langsung, tidak hanya secara teori tetapi juga melalui pengalaman.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala SMA WARGA menegaskan bahwa LDK bukan sekadar kegiatan rutin organisasi, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter siswa. “Melalui LDK ini, sekolah ingin menyiapkan kader-kader pemimpin muda yang berintegritas, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Pemimpin masa depan harus lahir dari proses pembinaan yang serius dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi penting yang disampaikan oleh instruktur dari Kodim yang telah berpengalaman dalam pembinaan mental dan kepemimpinan. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan dasar, disiplin dan tanggung jawab, wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, kerja sama tim, serta latihan baris-berbaris. Setiap sesi dirancang untuk melatih ketangguhan fisik, mental, dan emosional siswa.

Tidak hanya bersifat satu arah, penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan aplikatif. Para siswa diajak berdiskusi, melakukan simulasi kepemimpinan, serta mengikuti berbagai latihan yang menuntut kekompakan, ketelitian, dan kepercayaan antarpeserta. Dalam berbagai aktivitas tersebut, peserta belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya tentang memberi perintah, tetapi juga tentang keteladanan, empati, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah materi wawasan kebangsaan, di mana siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Melalui penjelasan dan contoh konkret dari para instruktur Kodim, peserta semakin menyadari peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

Pihak Kodim menyambut positif pelaksanaan LDK SMA WARGA dan memberikan apresiasi atas komitmen sekolah dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada peserta didik. Menurut perwakilan Kodim, sinergi antara institusi pendidikan dan TNI merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter kuat, berdisiplin tinggi, dan memiliki semangat bela negara yang kokoh.

Selain materi kelas dan latihan lapangan, kegiatan LDK juga diisi dengan sesi refleksi dan evaluasi. Pada sesi ini, peserta diajak untuk merefleksikan pengalaman yang telah dilalui, mengenali potensi diri, serta memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai pengurus organisasi siswa. Banyak peserta mengungkapkan bahwa LDK menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, serta semangat untuk berkontribusi positif bagi sekolah.

Kegiatan LDK ditutup dengan upacara penutupan yang berlangsung khidmat. Dalam penutupan tersebut, sekolah berharap para peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang telah diperoleh selama LDK dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. LDK ini diharapkan menjadi bekal awal bagi para siswa untuk menjalankan tugas organisasi dengan penuh tanggung jawab dan semangat pelayanan.

Melalui pelaksanaan LDK di Kodim ini, SMA WARGA kembali menegaskan komitmennya sebagai satuan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga serius dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan jiwa kebangsaan peserta didik. Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang siap memimpin, berintegritas, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.