Sebanyak 435 murid kelas X dan XI SMA Warga mengikuti kegiatan outing class yang dilaksanakan di Pura Mangkunegaran sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual berbasis budaya dan sejarah. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar secara langsung di lingkungan bersejarah sekaligus memperdalam pemahaman terhadap warisan budaya Jawa.

Kegiatan diawali dengan pengkondisian serta pembekalan di halaman depan kawasan Mangkunegaran. Dalam sesi ini, murid mendapatkan pemaparan sejarah ringkas berdirinya Pura Mangkunegaran yang didirikan oleh Raden Mas Said pada tahun 1757 melalui Perjanjian Salatiga. Penjelasan tersebut memberikan gambaran tentang perjalanan panjang perjuangan serta peran Mangkunegaran sebagai pusat budaya yang tetap lestari hingga kini.

Selanjutnya, para murid mengikuti kegiatan jelajah museum dan keraton yang dipandu oleh guide profesional. Dalam sesi ini, murid tidak hanya mengamati koleksi benda bersejarah dan arsitektur bangunan, tetapi juga memperoleh penjelasan mendalam mengenai makna filosofis berbagai elemen di dalam keraton. Salah satu yang menarik perhatian adalah lukisan di langit-langit Pendopo Ageng, yang dikenal sebagai motif Kumudawati. Lukisan ini melambangkan kesucian, semangat, dan kekuatan, dengan delapan motif api sebagai simbol daya juang serta filosofi “pari anom” yang menjadi identitas keluarga Mangkunegaran.

Selain itu, murid juga dikenalkan pada kekayaan seni karawitan melalui koleksi gamelan pusaka Pura Mangkunegaran yang telah berusia ratusan tahun. Beberapa di antaranya seperti Kyai Kanyut Mesem dan Kyai Udan Arum menjadi bukti tingginya apresiasi seni sejak masa awal berdirinya Mangkunegaran. Gamelan-gamelan ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga masih digunakan dalam berbagai pertunjukan seni dan upacara adat hingga saat ini.

Puncak kegiatan berlangsung di Pendopo Ageng saat para murid menyaksikan pergelaran tari tradisional Gambyong Retnakusuma. Pertunjukan ini memukau dengan gerakan yang anggun, iringan gamelan yang harmonis, serta makna filosofis yang mendalam, sehingga memberikan pengalaman estetis sekaligus edukatif bagi seluruh peserta.

Kegiatan outing class ini kemudian ditutup dengan sesi makan bersama dan refleksi sebelum seluruh peserta kembali ke sekolah. Melalui kegiatan ini, SMA Warga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, interaktif, dan berbasis pengalaman nyata, sekaligus menumbuhkan kecintaan murid terhadap budaya bangsa, khususnya budaya di Surakarta.